Negara Indonesia yang memiliki semua sumber daya alam yang begitu kaya, dan juga memiliki sumber daya manusia,tetapi sayang, sepertinya belum muncul ke permukaan 100%,dan sampai saat ini masih banyak yang belum tergali, sehingga Negara Indonesia ini terkesan lambat dalam proses pembangunannya. Dengan jumlah penduduk yang terus meningkat pada setiap tahunnya, Negara Indonesia ini belum juga mampu menyejahterakan semua penduduknya dengan baik. Berbagai dampak atas banyaknya penduduk yang belum sejahtera akan mengakibatkan berbagai persoalan yang berhubungan dengan kependudukan.
Indonesia, sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar nomor empat di dunia, mempunyai peluang untuk menjadi negara maju dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat. Dengan jumlah penduduk mencapai 250 juta jiwa pada saat ini, dan akan terus meningkat setiap tahunnya, didukung dengan sumberdaya alam yang melimpah, maka peluang tersebut menjadi sangat besar untuk membawa Indonesia menjadi negara maju di masa mendatang. Ditambah dengan berbagai kebijakan pemerintah yang membuka kran investasi sebesar-besarnya membuat Indonesia berpeluang menjadi negara maju dengan pertumbuhan ekonomi diatas 10 persen.
Adapun masalah-masalah kependudukan yang dialami oleh Indonesia antara lain :
1. Permasalahan Kuantitas Penduduk di Indonesia
Berbagai permasalahan yang berkaitan dengan kuantitas penduduk sebagai berikut :
a. Pertumbuhan Penduduk Indonesia
Peningkatan penduduk
dinamakan pertumbuhan penduduk. Angka pertumbuhan penduduk Indonesia
Lebih kecil dibandingkan Laos, Brunei, dan Filipina.
b. Jumlah Penduduk Indonesia
Besarnya sumber daya manusia di Negara Indonesia ini dapat dapat di lihat dari jumlah penduduk yang ada. Jumlah penduduk di Indonesia berada pada urutan keempat terbesar setelah Negara Cina, India, dan Amerika Serikat.
Diperkirakan pada tahun 2035 nanti jumlah penduduk Indonesia akan mencapai 305,6 juta jiwa yang merupakan peningkatan sebesar 28,6 persen dari tahun 2010 yang sebesar 237,6 juta jiwa. Dan jika banyaknya jumlah penduduk ini tidak dibarengi dengan lapangan dan kualitas mutu pekerjanya maka ini juga dapat membuat ancaman bagi negara Indonesia untuk mencapai kemakmurannya, bukan hanya itu tetapi ini juga akan menyebabkan di Indonesia semakin banyaknya pengangguran. Namun jika ini dapat dikekola dan dirancang kembali secara sistematis dan komprehensif oleh pemerintah, maka akan membuat Indonesia bergerak untuk meningkatkan perekonomiannya.
c. Susunan penduduk Indonesia
Sejak sensesus penduduk tahun 1961, piramida penduduk Indonesia berbentuk limas atau ekspansif. Artinya pada periode tersebut, jumlah penduduk usia muda lebih banyak daripada penduduk usia tua. Susunan penduduk yang seperti itu memberikan konsekuensi terhadap hal-hal berikut :
– Penyediaan lapangan pekerjaan bagi penduduk kerja.
– Penyediaan fasilitas social lainnya yang mendukung perkembangan penduduk usia muda.
– Penyediaan fasilitas kesehatan.
– Penyediaan fasilitas pendidikan bagi anak usia sekolah.
d. Kepadatan penduduk Indonesia
Kepadatan penduduk merupakan
perbandingan jumlah penduduk terhadap luas wilayah yang dihuni. Ukuran
yang digunakan biasanya adalah jumlah penduduk setiap satu km2 atau
setiap 1mil2. permasalahan dalam kepadatan penduduk adalah persebarannya
yang tidak merata. Kondisi demikian menimbulkan banyak permasalahan,
misalnya pengangguran, kemiskinan, kriminalitas, pemukiman kumuh dsb.
Upaya-upaya Pemecahan Permasalahan :
1) Pemerataan Persebaran Penduduk,
Dilakukan dengan cara
transmigrasi dan pembangunan industri di wilayah yang jarang
penduduknya. Untuk mencegah migrasi penduduk dari desa kekota,
pemerintah mengupayakan berbagai program berupa pemerataan pembangunan
hingga ke pelosok, perbaikan sarana dan prasarana pedesaan, dan
pemberdayaan ekonomi di pedesaan.
2) Pengendalian terhadap jumlah dan pertumbuhan penduduk,
Dilakukan dengan cara menekan angka kelahiran melalui pembatasan jumlah kelahiran,menunda usia perkawinan muda, dan meningkatkan pendidikan.
2. Permasalahan Kualitas Penduduk di Indonesia
Berbagai permasalahan yang berkaitan dengan kualitas penduduk dan dampaknya terhadap pembangunan adalah sebagai berikut :
a. Masalah Tingkat Pendidikan
Keadaan penduduk di negara-negara yang sedang berkembang tingkat pendidikannya relatif lebih rendah dibandingkan penduduk di negara-negara maju, demikian juga dengan tingkat pendidikan penduduk Indonesia.Rendahnya tingkat pendidikan penduduk Indonesia disebabkan oleh:
Tingkat kesadaran masyarakat untuk bersekolah rendah.
Besarnya anak usia sekolah yang tidak seimbang dengan penyediaan sarana pendidikan.
Pendapatan perkapita penduduk di Indonesia rendah.
Dampak yang ditimbulkan dari rendahnya tingkat pendidikan terhadap pembangunan adalah :
Rendahnya penguasaan teknologi maju, sehingga harus mendatangkan tenaga ahli dari negara maju. Keadaan ini sungguh ironis, di mana keadaan jumlah penduduk Indonesia besar, tetapi tidak mampu mencukupi kebutuhan tenaga ahli yang sangat diperlukan dalam pembangunan.
Rendahnya tingkat pendidikan mengakibatkan sulitnya masyarakat menerima hal-hal yang baru. Hal ini nampak dengan ketidakmampuan masyarakat merawat hasil pembangunan secara benar, sehingga banyak fasilitas umum yang rusak karena ketidakmampuan masyarakat memperlakukan secara tepat. Kenyataan seperti ini apabila terus dibiarkan akan menghambat jalannya pembangunan.
Upaya-upaya Pemecahan Permasalahan :
1) Pencanangan wajib belajar 9 tahun.
2) Mencanangkan gerakan orang tua asuh.
3) Memberikan beasiswa bagi siswa yang berprestasi.
4) Meningkatkan mutu guru melalui penataran-penataran.
5) Menyempurnakan kurikulum sesuai perkembangan zaman.
6) Mengadakan proyek belajar jarak jauh seperti SMP Terbuka dan Universitas Terbuka.
7) Meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan (gedung sekolah, perpustakaan, laboratorium, dan lain-lain).
b. Masalah Kesehatan
Tingkat kesehatan suatu negara umumnya dilihat dari besar kecilnya angka kematian, karena kematian erat kaitannya dengan kualitas kesehatan. Kualitas kesehatan yang rendah umumnya disebabkan:
Kurangnya sarana dan pelayanan kesehatan.
Kurangnya air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Kurangnya pengetahuan tentang kesehatan.
Gizi yang rendah.
Penyakit menular.
Lingkungan yang tidak sehat (lingkungan kumuh).
Dampak rendahnya tingkat kesehatan terhadap pembangunan adalah :
Terhambatnya pembangunan fisik karena perhatian tercurah pada perbaikan kesehatan yang lebih utama karena menyangkut jiwa manusia.
Jika tingkat kesehatan manusia sebagai objek dan subjek pembangunan rendah, maka dalam melakukan apa pun khususnya pada saat bekerja, hasilnya pun akan tidak optimal.
Upaya-upaya Pemecahan Permasalahan :
1) Mengadakan perbaikan gizi masyarakat.
2) Pencegahan dan pemberantasan penyakit menular.
3) Penyediaan air bersih dan sanitasi lingkungan.
4) Membangun sarana-sarana kesehatan, seperti puskesmas, rumah sakit, dan lain-lain.
5) Mengadakan program pengadaan dan pengawasan obat dan makanan.
6) Mengadakan penyuluhan tentang kesehatan gizi dan kebersihan lingkungan.
c. Masalah Tingkat Penghasilan/Pendapatan
Tingkat penghasilan/pendapatan suatu negara biasanya diukur dari pendapatan per kapita, yaitu jumlah pendapatan rata-rata penduduk dalam suatu negara. Negara-negara berkembang umumnya mempunyai pendapatan per kapita rendah, hal ini disebabkan oleh:
Pendidikan masyarakat rendah, tidak banyak tenaga ahli, dan lain-lain.
Jumlah penduduk banyak.
Besarnya angka ketergantungan.
Berdasarkan pendapatan per kapitanya, negara digolongkan menjadi 3, yaitu:
Negara kaya, pendapatan per kapitanya > US$ 1.000.
Negara sedang, pendapatan per kapitanya = US$ 300 – 1.00.
Negara miskin, pendapatan per kapitanya < US$ 300.
Dampak rendahnya tingkat pendapatan penduduk terhadap pembangunan adalah:
Rendahnya daya beli masyarakat menyebabkan pembangunan bidang ekonomi kurang berkembang baik.
Tingkat kesejahteraan masyarakat rendah menyebabkan hasil pembangunan hanya banyak dinikmati kelompok masyarakat kelas sosial menengah ke atas.
Upaya-upaya Pemecahan Permasalahan :
1) Menggiatkan usaha kerajinan rumah tangga/industrialisasi.
2) Memperluas kesempatan kerja.
3) Meningkatkan GNP dengan cara meningkatkan barang dan jasa
4) Menekan laju pertumbuhan penduduk.
5) Merangsang kemauan berwiraswasta.
Adapun tujuan lain yaitu : agar masyarakat/anak didik dapat mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan pertumbuhan penduduk secara cepat serta segala akibatnya maupun dapat menghubungkan antara pertumbuhan penduduk tersebut dengan program pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah dalam usaha mencapai kesejahteraan masyarakat. Maka diharapkan mereka dapat menyesuaikan hal itu dalam kehidupan keluarga masyarakat bangsa dan manusia pada umumnya.

0 comments:
Post a Comment